Senin, 09 Oktober 2017

Beasiswa Bazma Pertamina


 Tema : Inilah saya bagi keluarga dan kontribusi yang telah, sedang, dan  akan saya berikan untuk Indonesia


Nama saya Amalia Fitri Widyati orang biasa memanggilku dengan sebutan lia. Saya lahir di Tangerang pada tanggal 22 februari 1998 pada hari minggu. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara kaka saya bernama puspa ningrum. Saya merasa bersyukur terlahir dalam keluarga ini yang berpegang teguh pada agama dan kedisiplinan . Kami sekeluarga berjumlah 4 orang yang terdiri dari ayah,ibu,kaka, dan saya. Walau hanya berempat dalam satu keluarga tapi keluarga kami adalah keluarga yang bahagia yang penuh diselimuti oleh kebahagiaan yang membuat tidak akan pernah bisa meninggalkan terlalu lama keluarga ini.
Saya dari masa kanak-kanak hingga SMA bersekolah di sekitar tangerang , menurut orang lain saya merupakan anak yang sangat banyak bicara , rasa ingin tahunya tinggi, cerdas, dan bertanggung  jawab. Namun saya tidak menyadari akan hal itu yang saya sadari adalah memang saya cerewet apalagi ketika masih kanak-kanak. Dari tk sampai sma saya banyak dikenal oleh guru karena saya aktif dalam kegiatan belajar, guru-guru mempercayai saya untuk mengikuti suatu perlombaan dibidang sains, waktu saya duduk dibangku sekolah dasar saya di percayai membawa nama sekolah untuk mengikuti olimpiade ipa sekabupaten balaraja kemudian dipercayai kembali untuk mengikuti cerdas cermat ipa yang diselenggarakan oleh salah satu tv swasta yaitu TVRI. Tidak hanya terputus sampai sekolah dasar guru-guru juga masih mempercayai saya kembali karena mereka melihat bahwa saya sangat suka pelajaran ipa dan akhirnya saya diikutkan OSN BIOLOGI tingkat SMP kabupaten walau tidak menang namun saya cukup mendapatkan pengalaman ketika saya menjadi siswa terpilih untuk mengikuti OSN karena saya disitu benar-benar dilatih untuk belajar setiap waktu dan setiap hari. Menginjak masa sekolah menengah atas saya sudah jarang untuk mengikuti lomba yang mewakili sekolah karena lingkungan SMA saya dulu adalah lingkungan orang-orang yang berambisius lebih ambisius daripada saya, ketika orang-orang berambisius untuk mengikuti suatu perlombaan saya memilih untuk berambisius mendapatkan PTN.
Ketika saya duduk di bangku SMA tidak pernah ada hari libur dalam catatan saya selama SMA karena saya les privat dan bimbel setiap hari demi untuk mendapatkan PTN. Saya menanamkan niat kepada diri saya jangan bersenang –senang sebelum mendapatkan hasil oleh karena itu motivasi belajar saya meningkat. Karena saya bimbel dan les privat tiap hari nilai rapor saya terbilang cukup bagus saya tidak pernah keluar dari juara 10 besar di kelas dan kebetulan di SMA saya terpilih masuk kelas yang berisi orang-orang pinter didalamnya, oleh karena itu saya lebih semangat kembali untuk terus mengejar mimpi saya.
Mendekati masa-masa SMA kelas 3 saya berpegang teguh pada pendirian saya bahwa saya harus masuk kedokteran Negri dimana aja, namun harapan saya pupus ketika melihat rapor nilai kimia saya turun dan dengan nasihat-nasihat para tutor dan mentor  tempat bimbel saya agar saya tidak memilih fk dikarenakan nilai saya ada yang turun mentor saya menyarankan saya banting stir untuk memilih jurusan biologi dikarenakan nilai saya yang paling bagus adalah biologi. Padahal nilai raport saya termasuk kedalam kategori D di nurul fikri yang pada dasarnya bisa masuk FKUI namun karna banyak resiko yang saya ambil akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan Biologi.
Ketika sudah mendekati masa penutupan pendaftaran SNMPTN saya masih ragu dan bimbang mengenai jurusan saya dan akhirnya dengan nasihat dan doa orang tua saya, saya memilih pilihan pendidikan biologi dan biologi di Universitas Negri Jakarta. Saya tidak menyangka akan mendaftar itu sebelumnya saya tidak pernah ada pikiran menjadi seorang guru namun lama kelamaan pikiran itu muncul ketika saya berpikir jadi guru ilmu akan terus mengalir di dalam darah muridmu dan pahala akan muncul begitu kamu menyebarkan kebaikan kepada teman disekitarmu, dan seorang guru juga tidak kalah mulianya dari seorang dokter tanpa seorang guru indonesia akan terasa gelap karena guru adalah penerang. Dan setelah itu saya diterima di UNJ dengan jurusan Pendidikan Biologi.
Ketika sudah menginjak bangku perkuliahaan banyak hal yang berubah dalam hidup saya, saya lebih rajin dan lebih aktif untuk berkontribusi. Dikampus saya mengikuti Himpunan Mahasiswa Biologi dan terpilih di departemen DIKLIT (pendidikan dan penelitian) di departement itulah cita-cita saya tersalurkan yaitu memberikan ilmu kepada banyak orang karena saya melaksanakan kegiatan tutor sebaya. Selain aktif di lingkungan biologi saya aktif untuk memajukan daerah saya yaitu Banten dan saya mengikuti Ikatan Mahasiswa Banten disini saya benar-benar bisa memahami banyak hal yang sebelumnya saya tidak ketahui tentang daerah saya sendiri.
Hal yang akan dilakukan saya dimasa depan adalah melanjutkan amanah saya yaitu untuk banyak berkontribusi di semua bidang pendidikan untuk memajukan dunia pendidikan di indonesia oleh karena itu saya akan mengikuti relawan pengajar Banten. Setelah saya keluar dari UNJ saya akan melanjutkan pendidikan yaitu mengambil BIOMEDICAL di Universitas Indonesia ilmu saya nanti setelah ini akan saya salurkan untuk kegiatan memajukan kesejahteraan pendidikan Indonesia terutama di bidang Ilmu Pengetahuan Alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar